Categories: Daily Inspiration

Beberapa hari yang lalu, aku sempat mengotak atik isi kamar kostku. Sejak ku tinggalkan satu bulan yang lalu untuk mudik ke Pulau Sebrang memang ini kamar masih dihuni debu-debu. Akhirnya hari ini kuputuskan untuk mendandaninya.

Barang-barang yang sudah tua renta tak terpakai lansung masuk Plastik besar dikumpulkan dengan teman-teman sejenisnya. Mataku tertuju pada satu dus besar di atas lemari. Dengan menggunakan bangku kecil untuk menambah tinggi badanku yang lebih pendek dari lemari, aku berusaha untuk mengangkat dus tersebut.

Ternyata di dalamnya ada 2 tas lusuh yang menemaniku pertama kali berangkat ke Bandung. Namun ada satu benda yang membuat mataku tak bisa berpaling dan spontan tangan ini segera mengambil benda tersebut.
Boneka kecil berwarna pink. Boneka ini tengah memeluk bantal kecil berbentuk hati yang bertuliskan “I love You” dan itu sobek.

Tiba-tiba pikiranku berjalan, berlari dengan kencang menembus masa lalu….
Kala itu, sepulang dari Les Matematika. Sembari berjalan menuju parkiran motor, seorang teman menarikku ke arahnya. Tanpa berkata apa-apa ia dengan tergesa-gesa membuka tasnya. Lalu dari dalam tasnya, ia mengeluarkan sebuah bungkusan bening. Bungkusan yang berantakan dan acak-acakkan.

Ia menatapku. Bagiku itu tatapan yang mengguncang detak jantungku menjadi tak beraturan tak tentu arah. Sesaat ia tersenyum tipis lalu ia menyerahkan bungkusan itu padaku.

“Tolong dijaga baik-baik ya,” begitu katanya.
Aku masih terdiam, nafas ini seperti angin yang tak kuasa berhembus.
Bibir terasa kelu untuk berucap. Namun kupaksakan dengan sekuat tenaga.

“I..ini buat aku?” tanyaku ragu sambil menahan rasa sakit di perut yang tiba-tiba datang begitu saja. Efek dagdigduggg.

Dengan tatapan yang lembut, ia tersenyum tipis dan berkata, “Ya. Boneka itu buat kamu sebagai ganti aku saat aku tak ada di dekatmu.”

Ia yang lembut, penyayang walau bicara saja jarang. Ia yang selalu menemaniku sepanjang perjalananku hingga menemukan kampus. Menelusuri setiap sudut kota yang baru kami jelajahi bersama. Namun semua sudah pupus.

Kini, 5 tahun telah berlalu. Boneka itu masih ada bersamaku meski pemilik aslinya sudah pergi entah ke mana. Pada saat pindah kostan, boneka itu memang kupenjarakan dalam dus, bukan berarti aku tak menyayanginya namun lebih baik aku tak melihatnya.

Karena boneka ini begitu menggemaskan, sampai suatu ketika salah seorang teman sedang ngobrol dengan temanku yang lain, dipretelin sama dia itu bantal hati di tengahnya jadinya sobek deh.

Ya, mungkin itu suatu pertanda.
Pertanda bahwa memang aku dan dia tak bisa bersama seperti boneka pink yang sudah melepas pelukannya pada bantal hati kecil yang bertuliskan “I Love You”:)

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Tags:
Posted on Sep 10, 2013

About the Author

An extra ordinary woman, the Future Great Wife and Super Mom, comes from Belitung Island and stay in Bandung Indonesia :) Public Speaking Lover, always learning, sharing, growing, and blowing :)

4 Responses to “Boneka Pink, “I love You””
Read them below or add one

  1. briliagung says:

    Hahahaha.. Setuju kata mas Oddie… Ga usah dikasih tau siapa sang pemberi,,, cukup kasih tau akun twitter nya aja…

    Anyway,, Aku ga mengerti isi paragraf ini mba :
    Mungkin susunan kata nya perlu dibenahi lagi..

    “Karena boneka ini begitu menggemaskan, sampai suatu ketika salah seorang teman sedang ngobrol dengan temanku yang lain, dipretelin sama dia itu bantal hati di tengahnya jadinya sobek deh.”

    • Aaah ini mah dikerjain judulnyaaa.. -_-”
      Pemberi boneka ngga punya akun Twitter mungkin..
      Dunianya bukan di dumay tp memiliki dunia sendiri hohoho..

      Btw, aku juga ngga ngerti gimana Mau nulis paragraf itu mas biar lebih n Dan mudah dimengerti.
      simple nya sih, itu bantal hati yang dipeluk si boneka sobek habis dimainin temen-temenku. gituu..
      aku ngga melihat jelas gmn kejadiannya sampai-sampai boneka itu sobek, pokoknya habis dimaenin sobek aja.

  2. Oddie says:

    Saya sebenarnya penasaran; siapa si pemberi boneka itu? Sama sekali tidak ada kabar terakhir tentang dia?

    Kalau fokus saja di boneka dan sang pemberinya, cerita ini akan lebih seru.
    Seseru pikiranmu yang “berlari kencang menembus masalalu..” hehehe

    • Hmmm.. Sebenernya bisa saja ditulis siapa pemberi boneka, kabar terakhirnya bagaimana.. Tapi khawatir nanti ada yang cemburu yang menjadi peluru atau justru patah hati menjadi royalti nih.. hehee
      Jadi, apakah segala naskah ini sebaiknya diperbaiki kembali biar lebih seru?

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

Your Rating:
0 1 2 3 4 5

Categories

Contact Info

 NovrisaCha@yahoo.co.id

Top