Categories: Uncategorized

Mungkin inilah jawaban dari segala doa-doaku beberapa hari kemarin.
Setelah terjadi tragedi yang sangat tak mengenakkan hati.
Meski aku tak bisa menumpahkan segala rasa dan menceritakan semua kisahnya di sini, namun intinya beberapa hari yang lalu aku benar-benar di hina, di fitnah dan di sapa dengan panggilan “nama hewan peliharaan yang najis” Astaghfirullah..

Sangat tak baik membuka aib.
Sebab, Allah saja menutup rapat-rapat aib kita.
Jadi ingat kata Aa gym, “Seandainya setiap dosa maksiat yang kita lakukan itu mengeluarkan bau busuk, masihkah ada orang yang ingin dekat dengan kita? ”
*itu jleb bangeeet.

Nah, beberapa hari yang lalu.. Ada seseorang yang salah paham terhadap saya. Beliau mengira saya penyebab dari duduk persoalannya padahal saya tak ada kaitannya.
Beliau ini berkoar-koar di media sosial, seolah saya ini buruk sekali.
Begitu hina.. Dan menuduh saya menghinanya dan berperilaku tak sopan.

Saya hanya diam. Tak mengatakan ini pada siapapun termasuk orang tua saya. Saya sabar, banyak-banyak istighfar. Banyak fakta terbalik yang diungkapkan oleh si beliau ini.
Sampai ketika saya tak tahan, saya menumpahkan segala rasa dan tangis ketika menelepon ibu saya.

Bagaimana tidak, beliau menyerang saya via sms.
Mengatakan otak ayah saya di bawah standar, tidak selevel beliau.
Ayah saya hanya level SMA, sedangkan dia S1 (hanya anak kecil yang berpikir sekerdil ini).
Lalu dalam smsnya beliau kembali mencaci maki kami sekeluarga.
Beliau mengatakan bahwa, kami tinggal di kandang ayam (maksudnya umah kami seperti kandang ayam), memanggil saya dengan sebutan anj*ng, dan masih banyak lagi.

Pada awalnya saya diam, tetapi siapa yang tahan dikatakan demikian. Lucunya beliau mengutuk saya akan menderita seumur hidup, kepala bernanah, lalu menyumpah bahwa saya jadi pelac*r.
Semula saya tertawa geli tetapi lama kelamaan kesal juga.
Saya balas perkataannya dengan fakta-fakta yang sesuai.
Tapi karena memang pintar berkilah dan berkelit, dia berkata lain di media social.
Benar-benar mencoreng nama kami.

Sebagian keluarga ada yang berkata beliau iri kepada keluargaku karena sekarang kehidupan kami sudah membaik. Dulu memang kami miskin, tapi allah sudah membukakan pintu rejeki bagi kami.

Tak puas sampai di sana, beliau berkata mengenai hal mistik yang katanya bahwa kehidupan keluarga kami membaik karena keong. Dia berguru di banten.
*omong kosong apalagi ini*
Percaya bahwa keong yang membuat kaya, sama saja syirik.
Sudah jelas banget, hidup kita ini Allah yang atur, Dia yang berikan kita rejeki, bukan keong.
LUCU :P

Awalnya aku biasa saja, terus sakit hati, menangis, sampai minta ketenangan sama Allah dalam setiap sujud. Hingga pada akhirnya aku menemukan jawabannya hari ini.

Kebetulan hari ini aku mengikuti Ta’lim Daarul Muslimah.
“Apapun yang kita perbuat (baik atau buruk) sekecil apapun pasti di balas sama Allah”
Alkisah, ketika mengetahui bahwa setiap apa yang kita lakukan pasti di balas sama Allah, datanglah seseorang kepada Rasulullah.

Kurang lebih, begini kisahnya..

“Ya Rasulullah, saya takut. Banyak sekali dosa yang telah saya lakukan. Gimana kalo ternyata dosa saya lebih banyak daripada pahalanya?”

Rasul kemudian bertanya pada orang tersebut sembari melemparkan senyuman..
“Apakah kamu pernah sakit? Pernah mendapatkan cobaan? Pernah Galau? sedih? banyak masalah? Pernah di hina?”

semua pertanyaan rasul, dijawab dgn kata *iya*

“Nah di setiap kamu merasakan kesedihan, galau, banyak masalah, ujian berat, setiap itulah akan gugur dosa-dosamu..

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Tags:
Posted on Nov 1, 2013

About the Author

An extra ordinary woman, the Future Great Wife and Super Mom, comes from Belitung Island and stay in Bandung Indonesia :) Public Speaking Lover, always learning, sharing, growing, and blowing :)

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

Your Rating:
0 1 2 3 4 5

Categories

Contact Info

 NovrisaCha@yahoo.co.id

Top