Hikmah di Setiap Langkah

Kita ga akan menikmati manisnya hidup, sebelum merasakan pahitnya perjuangan.
Categories: Daily Inspiration
Reviewed by Scoria Novrisa - Rating: 4.5

Rasanya ngga akan pernah aku berhenti mensyukuri atas segala scenario-Nya yang Maha Indah dalam hidup ku. Jika harus menceritakan segalanya dari awal, mungkin sangatlah panjang. Namun kali ini aku ingin membagikan secuil kisah mungil yang menurutku, “Allah memang Maha Tahu yang terbaik unntuk kita. Dia selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.”

Berawal dari kisahku bulan Maret. Seharusnya pada tanggal 1 Maret aku memulai sharing pertamaku, langkah awalku untuk berbabgi di sebuah perguruan tinggi di Bandung. Namun ternyata jadwalnya bentrok dengan jadwalku mengisi kelas Public Speaking pertama di Ganesha Public Speaking School setelah Januari lalu aku dinyatakan lulus menjadi seorang Trainer Public Speaking.

Ibarat berlayar, kita tak bisa menginjakkan kaki di 2 perahu dalam 1 waktu. Pasti kita jatuh. Kecuali dalam waktu yang berbeda bisa saja kita berlayar dengan perahu yang berbeda. Begitu pula dengan kisahku waktu itu. Dengan sangat terpaksa aku putuskan untuk membatalkan acara sharingku dikarenakan kewajibanku mengajar di Ganesha. Dan pihak kampus tersebut menyetujuinya hingga akhirnya mereka bisa mendapatkan pembicara lain. Alhamdulillah.

H-7 menjelang waktuku mengajar, setelah di konfirmasi ulang dengan para peserta, ternyata sebagian besar dari mereka tidak bisa mengikuti training pada waktu tersebut. Ada yang ingin pindah kelas ke weekdays, ada juga yang pindah kelas ke bulan April karena sudah diterima kerja, dan beberapa alas an lainnya. Nah karena memang perjanjiannya H-7 masih bisa pindah jadwal, akhirnya sisa 3 orang. Secara logika aja, untuk belajar public speaking dengan peserta 3 orang rasanya kurang menggigit. Ngga ada tantangan bagi mereka yang ingin belajar lebih berani tampil di depan umum. Akhirnya mereka juga memutuskan untuk pindah ke jadwal lainnya. Finally, peserta kelas yang harusnya aku isi, kosong 

Di satu sisi aku bersyukur karena tidak jadi mengajar kelas. Karena secara pribadi, terkadang masih ada keraguan dalam diriku. Namun Direktur dan rekan-rekan kerjaku selalu meyakinkanku bahwa aku BISA. Secara gitu lho, aku merasa masih belum menjadi siapa-siapa, pengalaman juga banyak. Tapi inilah namanya proses kehidupan. Learning by doing. Kita ngga akan pernah bisa selama kita ngga berani untuk mencoba 

Lalu di sisi yang lain, aku sedih juga nih ngga jadi ngajar. Otomatis aku ngga dapet penghasilan tambahan. Padahal selama ini, hal tersebut yang aku idam-idamkan. Yup! Apalagi selain mengejar pengalaman, juga ingin mendapatkan uang tentunya.

Sebetulnya di kelas tersebut aku hanya menggantikan Trainer lain yang beliau harus mengisi di luar kota. Harusnya aku juga hanya menjadi crew aja. Nah begitulah ceritanya.

Tapi, sungguh Allah bener-bener tahu apa yang aku butuhkan. Aku butuh “pengalaman” supaya aku bisa menambah jam terbang, membangun integritas secara perlahan juga agar aku semakin terbiasa untuk tampil di depan umum.

Tanpa diduga seorang kakak kelasku semasa kuliah menghubungiku. Namanya Teh Conny. Nah si Teteh ini mengundangku untuk menjadi pembicara dalam sebuah sharing bisnis. Waaaahhh.. langsung nih aku ngiler, tanpa ba..bi..bu.. tanpa ragu aku mengIYAkannya.

Dengan dibantu Masternya Desain Slide Presentasi Mas Panji Priambudi, aku merancang materiku dengan sedemikian rupa. Yang sebelumnya juga materi tersebut diberi gambaran oleh Mas Taruna, Direktur kami di Ganesha Public Speaking School.

Senin, tanggal 3 Maret 2014 jam 3 sore aku memulai sharing bisnisku. Padahal dalam hati, bisnisku juga masih kecil, aku belum jadi seorang pebisnis yang hebat. Sementara yang hadir adalah orang-orang yang hebat. Jujur masih ada rasa minder dalam diriku. Tapiiii namanya juga udah belajar public speaking, tentunya aku sudah bisa mengontrol segala rasa yang berkecamuk dalam dada menjadi sebuah rasa yang netral, gunakan prinsip kesetaraan. Toh niatnya adalah “berbagi” bukan “mengajari” hehe..

Alhamdulillah acara sharing bisnisku di @BizzDate berjalan lancer dan respon dari mereka juga cukup baik. Meski materi yang aku sampaikan sangaaaaaat sederhana sekali. Yah sekalian nambah pengalaman, bisa evaluasi diri juga dan menambah relasi tentunya 

HIKMAH I
*Batal mengisi seminar di sebuah perguruan tinggi, namun akhirnya bisa sharing bisnis di @Bizzdate. Mungkin, Allah tahu aku belum pantes kali ngisi seminar untuk para akhwat sementara aku sendiri belum benar-benar memahami tentang materi yang akan aku bagikan. So, aku ditempatkan di tempat yang lebih tepat yaitu dengan sharing bisnis yang emang bener-bener aku jalani.

Tak hanya sampai di situ, adalagi nih kisah lainnya yang juga ada hikmah.

Aku khan ngga jadi ngajar nih, otomatis dapet penghasilan tamabahan batal. Tapi kan di satu sisi aku emang merasa aku belum pantas dan untuk memantaskan diri, aku piker aku harus memiliki pengalaman dulu. Walaupun sebelumnya aku udah berpengalaman mengisi kelas public speaking percobaan, tapi itu masih kurang maksimal bagiku. Gimana caranya agar lebih maksimal?

Tanpa di duga, trainer di kelas weekdays ini harus mengajar juga di kampusnya. Beliau ini juga seorang Dosen, Siapa lagi kalau bukan Mas Surya :D Nah beliau ini memintaku untuk membantunya mengajar di kelas public speaking sebanyak 2 pertemuan dan 1x mendampingi ujian Final Presentation. Waaaw, Alhamdulillah.. Aku bersyukur sekali..

HIKMAH II
*Allah kassih apa yang aku butuhkan. Aku butuh nambah pengalaman ngajar. Ya udah Allah kasih. Tapi dikasihnya pengalaman yang ngga full ngajar. Kenapa? Sesuai dengan ukuran kepantasanku. Aku merasa belum pantas sepenuhnya, ya udah aku juga di kasih kesempatan yang tidak sepenuhnya untuk memenuhinya agar merasa pantas yang maksimal. Ngerti ngga maksudnya? Hehe

Yaaah begitulah. Intinya aku bersyukur, bahagia, dan makasiiiiih banget buat Allah yang pengertian banget sama aku. Aku butuh dikuatin, di kasih lingkungan yang menguatkan. Aku butuh semangat positif, dikasih orang-orang di lingkungan positif yang bersemangat.

Jika kita pandai memetik hikmah. Meski kisahnya terkesan pahit, namun saripatinya begitu manis. Inilah yang namanya hidup. Butuh perjuangan dan selalu ada hUkum proses yang harus ditaati  Hasil yang didapat dengan instan, akan memudar dalam waktu yang instan. Namun, hasil yang didpat melalui proses yang panjang, perlahan, sedikit sedikit, hasilnya Insha Allah akan lebih kuat dan lebih maksimal.

Terakhir dari saya, “Kita ga akan menikmati manisnya hidup, sebelum merasakan pahitnya perjuangan”

Keep Learning, Sharing and Growing.
Salam, @NovrisaCha
Scoria Novrisa Dewi
Yang selalu gigih untuk meraih prestasi

Aamiin Ya Rabbal’alamiin 

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

About the Author

An extra ordinary woman, the Future Great Wife and Super Mom, comes from Belitung Island and stay in Bandung Indonesia :) Public Speaking Lover, always learning, sharing, growing, and blowing :)

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

Your Rating:
0 1 2 3 4 5

Categories

Contact Info

 NovrisaCha@yahoo.co.id

Top