Categories: Daily Inspiration

Apakah menurut sahabat bahwa setiap manusia itu sama?
Jika dalam sebuh forum kita melemparkan pertanyaan demikian, tentunya setiap orang pasti menjawab, “Setiap manusia tidak sama, pasti ada bedanya”.

Saya pun sangat setuju dengan jawaban tersebut. Mulai dari fisik saja kita berbeda, apalagi dari segi cara pandang dan sikap. Sangatlah berbeda. Intinya setiap orang itu “unik”. :D

Saya pernah mengalami suatu kondisi di mana saya benar-benar tidak bisa menerima kehadiran seseorang. Saya tak begitu dekat dengannya, namun entah kenapa setiap ada dia pasti suasana yang awalnya nyaman menjadi tidak nyaman. Orang ini kerap kali membahas hal-hal yang sebenarnya tidak penting, bahkan kadang terasa tidak nyambung dengan apa yang dibahas sebelumnya. Lalu, dia terlihat tidak rasional, apa yang diungkapkannya kadang di luar batas pikiran saya. Apa yan dibicarakannya terkadang kelihatan begitu dangkal. Jadi sulit dimengerti. Saya pikir itu hanya pendapat saya saja namun ternyata orang di sekeliling saya pun pernah merasa demikian.

Alhasil, berhari-hari rasa tidak suka saya padanya semakin mengakar di dalam batin. Setiap ada dia, saya rasanya malas berada di sana. Oh My God! Saya betul-betul menyadari, saya tak baik berpikiran dan merasakan seperti ini. Toh saya juga belum tentu baik dan belum tentu semua orang pun menyukai saya. Rambut sama hitam, namun dalamnya hati siapa yang tahu. iya khan? :D

Sampai suatu ketika saya curhat dengan salah seorng teman perihal apa yang saya pikirkan dan saya rasakan tentang orang tersebut. Teman saya ini berkata, “Icha pernah dengar hadist ini ngga?” Lalu dia menuliskan sebuah hadist. Saya lupa persisnya bagaimana, tetapi intinya adalah “ketika kita menyimpan rasa benci, rasa itu akan membakar segala pahala kita seperi api yang membakar kayu”.

Hadist tersebut serasa menampar diri saya bahwa jika saya terus menerus menyimpan rasa benci itu, sama saja saya mengurangi pahala saya sendiri. Sejak saat itu, saya bertekad untuk menetralkan hati saya. Saya berusaha membuang rasa benci itu dan menggantinya dengan sesuatu yang lucu.

Jadi ketika ada orang tersebut, bukan rasa benci yang timbul tetapi rasa ingin tertawa saja yang timbul. Terbukti, hal itu berhasil saya lakukan malam ini dan rasa itu menjadi biasa ketika bertemu dengannya. Apabila sebelumnya saya rasanya malas kalau ada dia, malam ini tidak. Saya hanya menganggapnya tak ada dan biasa saja. Sebab saya memang tak dekat dengannya. Lalu untuk apa saya benci jika hanya bisa menyiksa diri?

So, tiada guna menyimpan benci pada orang lain, lebih baik netralkan hati dan kembangkan potensi diri untuk jadi lebih baik lagi. Apalagi hanya orang luar yang tak berpengaruh sama sekali dalam hidup kita.

Saya menyadari sepenuh hati bahwa menyimpan benci sama saja dengan menyiksa diri. So, ketika teman-teman yang baca cerita ini mengalami hal demikian, pesan saya adalah:

1. Sadari bahwa menyimpan benci itu sama saja kita membakar pahala kita sendiri. Ga mau kan?

2. Setelah sadar, segera buang rasa benci itu. Bagaimana caranya?

Caranya adalah ambil suasana yang nyaman. Buat tubuh semakin rileks, tarik nafas secara perlahan, lalu hembuskan pelan-pelan. Lakukan secara berulang sampai kamu merasa sangat-sangat rileks. Lalu lakukan perenungan secara mendalam, kumpulkan segala rasa benci itu dalam suatu bentuk, apapun itu. Lalu ubah rasa itu menjadi suatu hal yang kamu sukai secara perlahan. Contohnya, bisa mengubah rasa itu menjadi suatu hal yang lucu. Biarkan rasa itu masuk ke dalam tubuh kamu. Selesai deh. Setiap kali bertemu dengan orang itu, munculkan rasa lucu tersebut.

Daripada memendam benci khan lebih baik menebar senyuman, karena jadinya ketawa-ketawa malah kalo ngeliat dia :D
Asli lho, ketika kita sudah bisa menetralkan hati, itu rasanya tenaaaang banget :)

Ngga mau pahalanya terbakar seperti api yang membakar?
Segera netralkan hati dan segala urusan akan menjadi lebih lancar.

Salam,
Keep Learning, Sharing and Growing :)
@NovrisaCha

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

About the Author

An extra ordinary woman, the Future Great Wife and Super Mom, comes from Belitung Island and stay in Bandung Indonesia :) Public Speaking Lover, always learning, sharing, growing, and blowing :)

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

Your Rating:
0 1 2 3 4 5

Categories

Contact Info

 NovrisaCha@yahoo.co.id

Top