Categories: Daily Inspiration

Assalamualaikum temen-temen :)

Apa kabar nya hari ini?
Semoga senantiasa sehat dan bahagia selalu, amiiin ya rabbal’alamiin :)

Pernah ngga sih dalam hidup ini kita mengeluh?
Pernah ngga kita merasa ada yang kurang dalam hidup ini..
Kurang inilaaah.. Kurang itulaaaah.. Adaaa aja kurangnya…

Pernah ngga kita merasa usaha udah maksimal, tapi ternyata kita ngga bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.. Kita ngga bisa bisa mencapai tujuan kita.. Kita ngga bisa meraih apa yang ingin kita capai…
Pernah ngga? Pernah kan?

Tentu pernah.. Dalam fase hidup ini, saya yakin semua orang pasti pernah mengalaminya.
Sebaik apapun seorang manusia, pasti dia pun pernah mengalami dan merasakan hal-hal tersebut.

Mengeluh! Itulah yang terjadi ketika hal-hal di atas kita alami..

Saya pernah nulis twit begini,
“Terlalu banyak mengeluh, hati bisa menjadi rapuh.. Banyak-banyak bersyukur, biar hidup makin makmur” :)

Memang benar, ketika kita terlalu banyak mengeluh, hati akan semakin rapuh.. Apalagi jika ditambah dengerin lagu-lagu galau.. Aduuuh makin rapuh deh itu hati..!

Ngga bisa kayak gini, ngeluh.
Ngga bisa dapetin itu, ngeluh.
Merasa kurang ini dan itu, ngeluh..

Kenapa sih jadi gini..
kenapa sih jadi gitu..
Bahkan tak jarang menganggap bahwa “Tuhan nggak adil” –> Efek terlalu banyak nonton sinetron :(

Tanpa kita sadari, semakin banyak kita ngeluh, semakin menggerogoti hati-hati kita.
Sebaliknya ketika kita mensyukuri segalanya, justru hati akan menjadi lega, hiduppun bahagia.

Terkadang, malah kita lupa bersyukur.
padahal semakin banyak kita bersyukur, insya Allah hidup akan semakin makmur.
Lho, kenapa? Ya iya, karena semakin kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat yang diberikan-Nya kepada kita agar kita tak menjadi orang-orang yang kufur.

Baik atau buruk, syukuri itu.
Semua sudah diatur dari Allah dengan skenario-Nya yang sangat Indah.

Saya jadi ingat apa yang diajarkan oleh salah satu mentor saya, Mas Surya Kresnanda.
Beliau adalah salah satu mentor saya di Public Speaking, dan beberapa training beliau saya ikuti seperti Train The transformational Trainer dan International NLP Certification. Beliau ini tak hanya mengajar tentang suatu skill tapi juga sekaligus sebagai guru kehidupan.

Betapa tidak, dalam setiap training-training nya beliau selalu bercerita yang mengandung banyak hikmah.
Selalu saja terselip pelajaran untuk kehidupan agar kita senantiasa menjadi orang yang lebih baik.

Saya masih ingat, dalam buku Mas Surya, “Generasi MPV” (ini buku recommended banget) beliau menjelaskan bahwa tak hanya prestasi besar yang patut disyukuri, namun mulai dari prestasi-prestasi kecilpun patut kita syukuri.

Seperti contoh, misalnya.
Biasanya suka bangun siang, sampe sholat subuh pun kelewat. tapi suatu hari diniatkan bahwa ngga akan bangun siang, mau bangun lebih awal biar bisa sholat subuh. nah itu bisa dikatakan sebuah prestasi karena berhasil merubah kebiasaan bangun siang. hehee

Atau misalnya sebagai cewek nih, puasa ramadhan bolong seminggu karena dapet jatah bulanan. hahaa
nah, ketika sudah berhasil membayar hutang puasa untuk menutupi bolong-bolong tersebut, hal itu juga merupakan sebuah prestasi.

Tak usah jauh-jauh deh misalnya, ketika di rumah kita sudah bantuin orang tua menyapu, mengepel lantai, mencuci piring, memasak, dan sebagainya.. Itu merupakan prestasi.

Bersyukur lho udah bisa melakukan itu semua. Bersyukur masih diberikan tubuh yang sehat, yang normal, sehingga bisa membantu orang tua kita.
bersyukur masih bisa menghirup udara bebas, menikmati semilir angin yang lembut, menikmati sinar mentari di pagi hari, menikmati turunnya hujan sebagai rahmat dari Allah.

Dari prestasi kecil yang dilakukan, kita belajar untuk selalu bersyukur.
Dari hal-hal kecil yang kita alami dan kita rasakan, kita belajar untuk bersyukur.

Tiada berguna kita mengeluh.. Hati bisa merapuh, hidup bisa melepuh.. hehee

Salam,
~Scoria Novrisa Dewi~

Untuk menjalin silaturahim lebih erat, silakan follow twitter saya di @NovrisaCha

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Tags:
Posted on May 29, 2013

About the Author

An extra ordinary woman, the Future Great Wife and Super Mom, comes from Belitung Island and stay in Bandung Indonesia :) Public Speaking Lover, always learning, sharing, growing, and blowing :)

One Response to “Mengeluh atau Bersyukur?”
Read them below or add one

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

Your Rating:
0 1 2 3 4 5

Categories

Contact Info

 NovrisaCha@yahoo.co.id

Top