Rindu Ini.. Rindu Yang Tak Biasa

Sebuah rindu yang begitu indah bagi jiwa yang pandai memetik hikmah.
Categories: Daily Inspiration
Reviewed by Scoria Novrisa - Rating: 5.0

Alhamdulillahi Rabbil’alamiin..
Rasanya tak henti-hentinya mengucap syukur pada Allah betapa indah segala nikmat yang telah Dia berikan kepadaku.

Tanggal 5 dan 6 Februari 2014, 2 hari yang menjadi salah satu sejarah dalam hidupku. Betapa aku benar-benar tersadarkan bahwa aku masih begitu tipiiiiiissss sekali ilmu agamanya, apalagi imannya. Astaghfirullah..

Jika ingin diceritakan panjang sekali. Tapi intinya merasa sangaaaat malu. Malu pada diri ini yang begitu bodohnya selama ini. Kalo bahasa sundanya “kamana waeeee”. Kemana ajaaa iiih aku teh..

Sudah hampir setahun ini aku bergabung dalam sebuah komunitas positif bernama “Great Muslimah” boleh follow twitternya @GreatMuslimahID. Di sini aku belajar banyak hal, diberi pemahaman agama namun tidak kaku, tidak menggurui, tidak menuntut, tetapi menuntun. Pelan-pelan, secara perlahan.

Yah, aku beragama islam. Tapi pengertianku tentang islam memang tak begitu mendalam dan juga tak mendalami dengan dalam. Hanya seadanya, hanya setahunya aja. Hingga di tanggal tersebut, aku mengalami fase perubahan dalam hatiku. Aku bersama 5 orang sahabat di Great Muslimah (Anita, Erva, Hilda, Lilis, Ria) diberikan “Pembinaan” yang dipelopori oleh Pepew dan teh Depoy. Makasih banget buat kalian.. *peluuuk*

Dalam Pembinaan ini, ada beberapa hal yang benar-benar menamparku.

Berawal dari kisah Rasulullah, bagaimana perjuangan beliau menegakkan Islam bersama pasukannya hingga berkorban nyawa. Bagaimana bodohnya jaman jahiliyah pada waktu itu yang membunuh bayi-bayi perempuan, karena perempuan pada waktu itu sangat tidak berharga. Namun ketika Rasul di utus oleh Allah, beliau ini sangat menjaga wanita.

Dari sana, aku merasa bersyukurrr banget Allah sudah memberikanku kesempatan hidup di jaman sekarang, bukan di jaman jahiliyah. Mungkin aku ga akan bertahan hingga usia 22 tahun seperti sekarang karena sejak bayi pun aku pasti dibunuh. Tak cukup hanya sampai di situ, ada satu hal yang membuatku terngiang-ngiang sampai sekarang.

Sebelum Rasulullah meninggal, yang beliau sebut namanya, yang beliau rindukan, itu adalah umatnya. Hingga beliau berkata, “Ummati, Ummati, Ummati.”
Orang-orang yang hidupnya jauh sesudah beliau, namun masih mau mengikuti ajarannya.

“Jleeeeeebbb.. Nyesssss..” nusuk banget ke hati. Selama ini aku merasa menghormati Rasul sebagai utusan Allah. Tapi aku benar-benar menyesal, malu, dan merasa tak pantas sebagai umat yang dirindukan tetapi aku sendiri tak berusaha untuk mengenal beliau lebih jauh.

Sejatinya kata “rindu” itu diibaratkan sebuah perasaan yang terpaut ketika ada orang yang pernah bertemu lalu berpisah. Tapi dengan Rasul? Apa kita pernah bertemu? Tidak. Secara logika, karena tidak pernah bertemu, jadi tidak rindu.

Tapi rindu ini… Rindu yang tak biasa.. Sungguh, aku sungguh sungguh merindukan beliau. Aku ingin menjadi umat yang dirindukan olehnya, aku ingin bisa bertemu dengan beliau di Surga, aku ingin bisa menatap wajah beliau, memandangnya, mencium tangannya, bahkan jika boleh aku ingin memeluknya. Memeluk dengan erat, sangat sangat erat. Aku ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala perjuangan, pengorbanan beliau yang sungguh besarnya tiada tara.

Tapi, pantaskah aku bertemu dengannya apalagi hidup bersamanya di Surga? :’(
Ya Allah, aku sungguh benar-benar merasa rindu.. Rindu yang begitu dalam.

Sebagai hamba-Mu, sebagai umatnya, aku masih merasa belum pantas. Aku malu jika aku masih melaksanakan perintahMu belum seutuhnya. Padahal Rasul degan segenap rasa cintanya pada umat, hingga sakratul maut, saking sakitnya beliau sampai menginginkan agar sakit yang dirasakannya pada saat dicabut nyawanya, berikan setengah saja dari rasa sakit itu pada umatnya. Kebayang ngga sih betapa sakitnya sakratul maut?

Ya Allah.. setiap kali teringat kisah ini, aku menangis, menangis, dan menangis… Aku takut ketika kematian itu datang, aku tidak siap. Masih ragu apakah bekal untuk ke akhirat bisa membawaku ke surga, merasa diri ini masih berlumur dosa.. Lalu, bagaimana bisa aku bertemu orang yang kurindukan?

Ingin sekali rasanya kelak bisa berkumpul di Surga bersama Rasulullah, bersama kedua orang tuaku, adik-adikku, keluargaku, sahabat-sahabat yang aku sayangiii.. :’( Ngga siap rasanya jika harus berpisah dari mereka. Ngga siap juga jika harus menerima siksa neraka.. Ya Allah, ga mau :’( Astaghfirullah ampuni aku selama ini..

Aku yang selama ini terkadang melupakanmu.. Lebih sibuk bersosial media dibandingkan baca Quran, hingga menunda sholat, melalaikan panggilan adzan, seringkali di sepertiga malam aku tanpa sengaja terbangun tapi aku lebih memilih tidur lagi dibandingkan berwudhu dan sholat malam, menghadap pada-Mu.
Aku yang tanpa disadari mungkin pernah menyakiti hati ibuku, hati babeku, hati adik-adikku, hati saudara-saudaraku, hati sahabat-sahabatku.. Ampuni aku ya Allah..

Ampuni diri ini yang terkadang merasa sudah hebat, merasa sudah pintar. Sombong sekali, padahal Allah tahu segala aib-aibku. Tapi Allah Maha baik. Allah tutupi segala aib-aibku, kekuranganku, keburukanku. Bagaimana jika semua aib, kekurangan, keburukan menjadi bau yang tak sedap dan begitu pekat, masih adakah orang yang akan mendekat?
Malu rasanya ya Allah..

Tersadar diri ini bukanlah siapa-siapa dihadap-Mu. Hanya seseorang yang lemah.. Lemah dan tak bisa berbuat apa-apa tanpa Engkau yang memampukan..

YA Allah Ya Rabbana, maafkan aku yang dulu masih sering melupakanmu.. Kini tuntunlah aku menuju jalanMu, jalan yang lurus, jalan yang benar-benar Engkau ridhoi.. Ampuni segala dosa-dosaku ya Allah.. Ampuni dosa-dosa kedua orang tuaku, adik-adikku, saudara-saudaraku, sahabat-sahabatku dan seluruh umatMu di dunia ini. Satukan kami kelak, untuk hidup bersama di Surga-Mu Ya Allah..

Titip salam sayang dan rinduku pada beliau, Rasullullah. :) Izinkan aku kelak bisa bersama-Mu di sana..

Salam,
Hamba Allah, Umat Rasul yang perlahan belajar memantaskan diri, memperbaiki diri.

Scoria Novrisa Dewi :)
@NovrisaCha

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Posted on Feb 8, 2014

About the Author

An extra ordinary woman, the Future Great Wife and Super Mom, comes from Belitung Island and stay in Bandung Indonesia :) Public Speaking Lover, always learning, sharing, growing, and blowing :)

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

Your Rating:
0 1 2 3 4 5

Categories

Contact Info

 NovrisaCha@yahoo.co.id

Top