Categories: Daily Inspiration

Kaya atau Miskin, itu sedang diuji.
Bahagia atau sedih, itu sedang diuji.
Lapang atau sempit, juga sedang diuji.
Semuanya sedang diuji. Tinggal bagaimana kita menyikapinya saja.
“Menerima dengan segala rasa syukur dan hati tenang, atau mengeluh yang bikin hati makin melepuh..”
That’s Your choice :)

Begitulah sebait kalimat di status facebookku malam ini. Sesungguhnya, apapun yang kutilis di facebook maupun di twitter itu sama saja dengan mengingatkan diriku sendiri, menasehati diri sendiri.

Yah, begitulah keadaanku saat ini. Aku merasakan sedang diuji. Di tengah kesibukanku membangun karir di dunia training public speaking, datanglah ujian berupa permintaan Babeku agar aku segera melanjutkan kuliah S2.

Waaaw, kuliah S2? Siapa sih yang ngga mau?
Di luar sana, jangankan kuliah S2, kuliah S1 pun banyak orang yang mengidamkannya. Tapi takdir berkehendak lain. Lhaa, sedangkan saya? Saya sudah menyelsaikan kuliah S1 kurang dari 4 tahun, hanya selama 3 tahun 7 bulan dan itu merupakan prestasi.

Betapa tidak, meski diriku bukan mahasiswa terpintar dijurusanku kala itu, tapi saya berusaha untuk “rajin” agar segera lulus. hehe.. Dilatarbelakangi karena saya sudah malas kuliah. Ada ya orang malas kuliah tapi lulusnya cepet? Sebab dulu aku berpikir, orang rajin bisa mengalahkan orang yang pintar. Itu sebabnya aku berusaha untuk rajin mengerjakan skripsi. Alhamdulillah :)

Melihat prestasiku yang lulus dengan Cumlaude dan IPK di atas 3,7 tentu orang tua sangatlah bangga. Alhamdulillah bisa membuat mereka bahagia dan bangga sama anaknya ini. Tapi justru karena hal tersebut, Babe memintaku untuk meneruskan kuliahku hingga S3.

Oh my God, Sejujurnya diriku malas sekali untuk melanjutkan kuliah. Saya lebih senang mengikuti training di mana-mana dibandingkan harus kuliah yang justru aku mudah jenuh. Apalagi sekarang saya sudah bekerja di Ganesha Public Speaking School Bandung sebagai Marketing yang juga merangkap sebagai Tim Trainer disana. Saya sungguh menyukai bidang ini.

Jika harus kuliah, saya bingung.
Jurusan apa yang harus saya ambil? Dulu saya kuliah Manajemen Pemasaran Pariwisata, seiring berjalannya waktu ternyata jiwaku bukan di sana. Jadi tak mungkin melanjutkan Kuliah Pariwisata.
Saya ingin kuliah yang bisa menunjang karir saya di masa depan, tapi tidak sekarang. Kalaupun kuliah saya akan berusaha untuk bayar sendiri, bukan dibayarin ortu.

Tapi permintaan Babe sulit ditolak. Saya merasa sebagai anak yang tak bersyukur jika saya tak menuruti permintaannya.
Di sisi lain saya juga ingin sekali segera menikah. Agar lengkap sudah separuh agama saya, dan makin terbuka pula rejeki untuk saya. Meski kuliah bukanlah penghalang untuk menikah, tapi entah mengapa rasanya saya belum tertarik untuk kuliah lagi. Dan juga tak ingin memberatkan orang tua dengan biaya kuliah meski mereka sangat sangat dengan senang hati membiayai kuliah.

Semoga Allah menunjukkan jalan terbaik bagiku. Sebab memperpanjang gelar bukan segalanya bagiku. Tapi bagi Babeku, gelar anaknya ini membuat beliau semakin bangga pada anaknya. Sungguh pemikiran yang bertolak belakang yah.

Mungkin ini ujian lagi dari-Nya. Mampukah aku melewatinya dengan bijaksana?
Bukannya diriku tak bersyukur, tapi ini sungguh pilihan yang sulit…
Kita lihat saja nanti, jalan mana yang akan kulewati…..

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Tags:
Posted on Jan 23, 2014

About the Author

An extra ordinary woman, the Future Great Wife and Super Mom, comes from Belitung Island and stay in Bandung Indonesia :) Public Speaking Lover, always learning, sharing, growing, and blowing :)

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

Your Rating:
0 1 2 3 4 5

Categories

Contact Info

 NovrisaCha@yahoo.co.id

Top