Surat dan Pulsa 50 Ribu Membawa Haru

Surat cinta yang tak biasa, untuk mereka yang luar biasa. Pulsa yang tak seberapa namun tersimpan rasa yang tak terhingga.
Categories: Daily Inspiration
Reviewed by Scoria Novrisa - Rating: 5.0

Pagi tadi, Ibu meneleponku. Sayup-sayup ku dengar dikejauhan suaranya. Ya, hanya suaranya. Sepeti biasa beliau menanyakan kabarku, apa yang sedang kulakukan dan sedang di mana aku. Deretan pertanyaan tersebut adalah pertanyaan pembuka diawal perbincangan kami via telepon. hehe..

Tak lama kemudian, terdengar suara adik bungsuku, desvrisa memanggilku dengan lantang. “Kakak, agik ngape?” dengan logat melayu Belitung khas anak-anak. Rasa rindu pada merekapun semakin memuncak.

Aku hanya bisa tersenyum dibalik telepon. Energi yang tersimpan dalam hati pun rasanya mendesak ingin keluar untuk menumpahkan segala rasa yang berkecamuk dalam dada. Ya, aku rindu. Rindu keluargaku nun jauh di sana.

Sambil bercanda, aku bilang pada adikku. “Telepon pake video yuk,” Biasanya dia semangat sekali untuk meneleponku dengan menggunakan video call. Meski ia masih berusia 3 tahun, entah kenapa dengan kecanggihan teknologi jaman sekarang anak seusia itu sudah bisa menggunakan hp. Ajaib!

Dengan suara lantangnya, dia bilang padaku “Umak dak ade Pulsa kak.” Artinya, ibuku lagi ngga ada pulsa.
“Oke, kalau begitu kakak aja yang telepon. Telepon yang ini matiin dulu ya,” ucapku padanya. Tak sampai satu detik setelah aku mengatakan hal tersebut, ia dengan cepat mematikan teleponnya. hihihiii.. dasar anak-anak.

Lalu aku pun menelepon dengan menggunakan video. Sayang banget tadi ga sempat direkam karena adikku lebih banyak bergerak jadi tak seluruh wajahnya bisa terlihat. Kulihat hari ini Ibuku mengenakan baju biru, dengan rambut yang dikuncir santai, tak begitu rapih. Namun tetap selalu cantik dan manis, seperti anaknya ini. hehee

Dalam telepon, kami membicarakan banyak hal. Tak disangka, surat yang aku tulis untuk kedua orang tuaku saat Training Muda Mulia sudah sampai. Ada sedikit rasa malu, haru, bercampur bahagia ketika Babeku bilang “Jadi udah mau nikah? Ga nunggu S2 dulu? kalo mau nikah, ya nikah aja tapi kuliah S2 tetep wajib!!!” Ya Allah, luar biasa, speechless.

Aku memang lupa detail kalimat yang kutulis dalam surat tersebut. Sebab, menulisnya memang bener-bener dengan segala rasa sayang, cinta dan rindu pada mereka. Dituntun Kang Rendy pada saat itu. Segala ungkapan sayang dan terima kasih atas kasih sayang dan pengorbanan kedua orang tuaku, kucurahkan semua di sana.

Rasa ingin menikah, memang sudah lama terpendam. Namun hasrat itu tak berani diungkap sebab merasa diri belum pantas dan khawatir orang tua belum membolehkan. Tapi hari ini? Alhamdulillah restu dalam genggaman meski bersyarat tetap harus lanjutin kuliah s2. Tinggal nunggu ada yang melamar saja. Baiklaaah.. :)

Nah, di sela-sela pembicaraan.. Ibu becandain aku. “Boleh lah kalo udah kerja tuh kirimin pulsa gitu” (kalo ini beneran Mama minta pulsa ceritanya) hahaa

“Ya udah nanti kalo masih ada saldo aku isiin pulsanya ya” jawabku pada beliau. Ya, memang sejak semester 3 kuliah S1 kemarin, aku sudah jualan pulsa. namun setelah lulus, aku tak menjual pulsa secara bebas, karena sulit untuk balik dan muter modal. Alhasil, aku hanya menjualnya ke teman dekat, keluarga dan untuk diri sendiri aja.

Seusai menelepon, aku pergi berbekam karena memang sudah beberapa hari ini aku merasa kurang fit. Maklum, kerja yang tak memakai jam kerja ini, waktunya melebihi orang kerja biasanya. Tapi aku bahagia menjalaninya :D

Hingga sore dan sampai malam hari, aku belum ngisiin pulsa. Ternyata saldo habis daaaan mau isi saldo ke counter lagi hujan. cuaca sedang tak mendukung. akhirnya kuputuskan untuk ngisi pulsa buat Ibu pakai internet banking saja.

Awalnya mau ngisiin 25ribu aja. Pas mikir-mikir nanggung bgt ngasih orang tua cuma 25rb. Ya udahlah 50ribu sekalian. Ngasih orang tua pastinya dapet pahala. aamiin..

Tak lama kemudian, ibu nge-PING nih lewat BBM.
Gaya yah ibuku pake BBM segala. Baru beberapa bulan ini sih. Dengan begitu, kami jadi lebih sering berkomunikasi, alhamdulillah.

Lalu, aq mulai chat ke beliau.
“Pulsa udah masuk?” tanyaku singkat.
“Banyak banget ngisiin pulsa. 25ribu aja cukup” katanya.
“Udah gapapa, nanggung 25. Td ngisi lewat internet banking. Sekalian aja 50rb” kataku. hehe
“Bukan gitu, Umak kasihan sama kamu. Kalo baru gajian, boleh ngisiin banyak-banyak. tapi kalo sekarang 25rb aja udah cukup,” gitu katanya. Umak itu panggilanku pada ibuku ya. Dalam bahasa belitung, umak sama dengan ibu.

Tanpa terasa air mata ini mengalir pelan-pelan dari kelopak mata.. turun dengan hati-hati di sela-sela hidung.. dan mulai mengalir derasss.. Ya Allah..
Sembari meneteskan air mata, aku mulai mengetik chat BBM ke beliau sambil membayangkan betapa kasih sayangnya begitu besar padaku.. Beliau yang melahirkan, merawat dan membesarkanku hingga aku bisa seperti sekarang ini..

“Tenang aja, kalo untuk hidup sebulan, gajiku sudah cukup Mak. Tapi sekarang masih harus bayar motor jadi gajiku masih kurang. Aku jualan kangen water disini. Untung 1 hari bisa 20rb, 30rb, 50rb, bahkan 100rb. Masih cukup untuk aku makan dan beli bensin hehe.. Doain aja mudah2an makin banyak rezekinya”

Sebetulnya, pulsa 50ribu nggak seberapa. masih sangat sedikiiitt sekali dibandingkan semua yang telah ibu berikan. Namun, untuk saat ini mungkin baru segitu yang bisa kuberikan.

Inilah Icha, anak umak. Gadis kecil penjual kue keliling kampung yang kini tengah merantau di Bandung.

Aslinya sediiih banget gitu ngebayangin mereka, bener2 rindu rasanya. Beberapa waktu yang lalu juga pernah aku menangis sejadi-jadinya saat rindu ini udah di puncak, dan aku takut. Takut kalau ngga bisa lagi bertemu mereka. Siapa sih yang tahu umur kita sampai kapan. Aku takut Allah mencabut nyawaku di saat aku belum bisa memohon ampun pada kedua orang tuaku secara langsung, memeluk mereka dengan sangat erat.. seerat-eratnya..

Hikmah hari ini benar-benar mengharu biru.. Surat yang sudah sampai dan pulsa 50ribu yang membawa haru.

Mudah-mudahan bermanfaat buat teman-teman yang baca tulisan ini.

Keep learning, sharing and growing.
Salam,
Scoria novrisa dewi
@NovrisaCha

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

About the Author

An extra ordinary woman, the Future Great Wife and Super Mom, comes from Belitung Island and stay in Bandung Indonesia :) Public Speaking Lover, always learning, sharing, growing, and blowing :)

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

Your Rating:
0 1 2 3 4 5

Categories

Contact Info

 NovrisaCha@yahoo.co.id

Top