Categories: Traveling

Assalamualaikum temaaans..
Sekarang lg musim iburan yah..
Jadi jalanan pada macet…
Ngga cuma di Bandung, tapi jalanan di luar kota bandung pun tak kalah macetnya, begitupula dengan jalan menuju Tasikmalaya.. :)

Dari sinilah cerita itu berawal..

26 juni 2013.
Sekitar pukul setengah 5 lewat, waktu subuh handphone ku berbunyi.
Sudah ku duga itu pasti dari travel yang sudah ku pesan untuk mengantarku ke Tasik.

Benar saja, sang supir pun menanyakan perihal keberangkatan ke Tasik Dan memintaku unuk bersiap-siap dijemput pukul setengah 6 pagi. Padahal jam keberangkatannya iu pukul 7 pagi, Dan dari operator travelnya, aku diminta bersiap 1 jam sebelum keberangkatan. Itu berarti pukul 6, tapi si sopir memintaku sudah siap dijemput jam setengah 6.
Ngga papalah, daripada ntar telat, lagi pula penumpang full 1 Mobil dijemput semua.

Nah sistem kayak gini sebenernya punya kelebihan dan kekurangan.

Kelebihannya, kita sebagai penumpang tinggal menunggu dijemput saja di depan rumah. Enakkan? ngga perlu repot-repot ke pool nya si travel.

Namun kekurangannya, ya pasti keliling-keliling Bandung dulu unuk menjemput penumpang lainnya Dan ini bagi saya yang membuat saya kurang sreg dengan sistemnya.
*Egois ya? hehe

Tapi saya punya alasannya kenapa.
Karena saya itu paling ngga kuat naik Mobil muter-muter. udah yang keliling Bandung dulu jemput yang lain 1, 5 jam. Lalu di tambah perjalanan ke Tasik 4 jam lebih. Nah ho, hampir 6 jam jalan.
Pusingnya minta ampun ditambah lagi perjalanan dari Bandung ke Tasik lewat nagreg, Garut, itu tikungannya tajam sangat berkelok-kelok.

Teparlah sayaaaa :’(
Untik pertama kalinya pergi kesini Dan itu sendirian.
Dulu pernah sih ke tasik waktu fieldtrip sama teman-teman di kampus, tapi cuma lewat Dan berhenti sebentar di tempat oleh-oleh hehee

Ntah kenapa kalo lagi jalan sendiri, selalu ada kekonyolan yang terjadi..
Kayak kemaren tuh, si sopirnya ditilang polisi karena salah jalur Dan seenaknya dia minta uang ke saya 10rb. Emang sih ngga berapa, tapi kan kesannya gimanaaa gituuu…
*Berasa gue emak-emak elo, piiirr… >_< Sebenernya saya males naik travel ini. Sudah sering ngalamin kesialan. Waktu itu pernah di bandara soekarno hatta, saya ditrunin di terminal 1C. Padahal harusnya di 1B. Tanpa minta maaf supirnya nurunin saya disana. Yang kedua, pernah juga gagang koper saya patah pas diangkat sama sopirnya Dan dia ga minta maaf juga. Lalu, yang terakhir, ban mobilnya pecah waktu di tengah perjalanan. ngga tanggung-tanggung, Mobil berikutnya juga pecah ban, akhirnya penumpang 2 Mobil digabung jd 1 Mobil termasuk saya di dalamnya. Tapi berhubung ke Tasik ini yang saya tahu cuma ada teavel ini, ya sudah. Untungnya cuma 1 hari aja disini. Parahnya kemaren itu, belum naik aja sopirnya uda minta cas karena tas yang saya bawa kegedean katanya. Dan sempet-sempetnya pas saya turun bilang gini, “neng lain Kali bawa tasnya jangan besar-besar biar ga kena cas”. Ya saya jawab aja, “habis dari sini tuh saya Mau ke bogor pak, jadi emang banyak bawaan,” Eh dia nanya lagi, “naik travel neng ke bogornya?” Buru-buru aku jawab, “ngga, bawa Mobil dari tasik ke bogornya”. ckckkkk.. kapok dah naik itu travel.. Dan.. Tasiiik.. I am comiiing :)

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Posted on Jun 27, 2013

About the Author

An extra ordinary woman, the Future Great Wife and Super Mom, comes from Belitung Island and stay in Bandung Indonesia :) Public Speaking Lover, always learning, sharing, growing, and blowing :)

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

Your Rating:
0 1 2 3 4 5

Categories

Contact Info

 NovrisaCha@yahoo.co.id

Top