Categories: Uncategorized

Assalamualaikum temaaansss… :)

Hari ini saya mendapatkan pelajaran dari seorang anak kecil bernama Tedy yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung.

Semua berawal ketika sehabis magrib saya pergi ke ATM yang ada di depan Masjid daarut Tauhid. Sembari mengantri, mata ini tertuju pada sesosok anak laki-laki yang tengah duduk di lantai Dan bersandar di sebelah tempat ATM itu.

Dia bukan pengemis. Dia hanya duduk di sana dengan raut wajah penuh kelelahan. Saya memperhatikannya secara keseluruhan.
Pakaiannya tak terlalu kumal. Namun dia memegang karung yang sangat besar, berisi botol-botol plastik bekas minuman Dan berapa potongan kardus.

Melihat apa yang dipegangnya, saya teringat dengan tumpukan botol-botol air mineral yang sengaja saya kumpulkan. Karena beberapa bulan ini saya minumnya tiap hari beli air mineral botol besar. Saya berniat ingin membantunya dengan memberikan botol-botol yang saya kumpulkan itu.

Namun karena saya sedang mengantri di ATM, saya tunda untuk mengobrol dengannya. Nah setelah selesai bertransaksi ria di ATM, akhirnya saya pun mendekatinya, Dan bertanya..

“Dek, lagi nyari botol2 plastik?” tanyaku dengan senyuman.
Ia pun menoleh ke arahku Dan menjawab, “iya” sembari menunduk. Mungkin ia malu denganku.
Lalu aku pun berkata, “kalo kamu Mau, kk punya banyak botol-botol plastik di kostan.. Ayo ikut, kita ambil ke kostan kk”.
ia menjawab dengan anggukan lalu kuajaklah dia ke kostan.

Sepanjang perjalanan dari masjid daarut tauhid, Kami mengobrol lumayan banyak. Tapi saya yg paling banyak Tanya. hahaa

Saya bertanya mulai dari nama, sekolahnya, keluarga, Dan sebagainya.

Namanya Tedy. Saya tak menanyakan umurnya berapa namun dilihat dari posturnya, kira-kira anak seusia kelas 4 SD. Namun sayangnya ia tak sekolah. Ayahnya bekerja sebagai supir angkot, ibunya tidak bekerja. Hanya membantu membereskan barang-barang hasil ia memulung.
Setiap hari ia melakoni pekerjaan tersebut. Dengan membawa karung ke mana-mana.. Mengambil botol plastik di pinggir jalanan, bahkan diselokan.

Dalam hati, rasanya kuingin menangis melihat anak seusia dia malah bekerja seperti itu. Nggak sekolah karena biaya nggak cukup. Tedy masih punya adik kecil yang ntah berapa usianya, saya tak menanyakan usia. Bersyukur saya Dan adik-adik masih bisa sekolah.. Alhamdulillah ya Allah… :’(

Lalu ketika sampai di kostan, Kami sama-sama mengangkat Dan masukkan botol-botol plastik bekas minumanku selama beberapa bulan ini.
Dia pun tersenyum lebar, kumelihat ada kebahagiaan di wajahnya ketika melihat botol-botol yang begituuuu banyaknya.

Sayang saya tak sempat foto adegan ini. hehee
Karena yang saya kirkan waktu itu adalah hanya ingin membantunya saja.
Lalu, saya bertanya lagi, “Tedy di rumah minumnya pake air galon atau air yang di masak?”
Ia pun menjawab, “pake air galon kak”
“oh ada dispenser ya?” tanyaku lagi.
“ngga ada kak. jd minumnya dituang aja, diginiin..” sembari ia memeragakannya.
“oh gitu. klo kk kasih dispenser Mau nggak?”
“Mau kak” jawabnya sambil tersenyum.
“Kk Mau kasih tp km Janji dulu.. Dispensernya harus dipake dirumah, ngga boleh dibuang. Karena dispensernya masih bagus..,” pintaku padanya.
“iyalah kak, ngga akan dibuang, namanya juga rejeki” katanya sambil menyusun botol-botol Dan dispenser ku ke dalam karungnya.

Sebelumnya saya agak nggak yakin gt dia bisa bawa barang sebanyak itu, apalagi rumahnya jauh.
Tapi lagi Dan lagi ia tersenyum Dan meyakinkanku bahwa dia bisa membawanya.

Dia anak yang polos, tapi kuat juga tenaganya. hmmm….

Baiklah.. Aku hanya tersenyum mengiringi kepulangannya.
Kebetulan ada teh iik (teman di kostan) juga yang ngasih dia botol2..
Tteh juga menasehatinya walaupun nggak sekolah tapi tetap harus belajar. Belajar membaca, menulis Dan juga mengaji..

Saya melihat sosok anak ini nampaknya anak yang penurut. Bukan kasihan padanya, tetapi justru salut. Kelihatan dari wajahnya, senyumnya, bicaranya Dan jalannya, dia bukan anak yang nakal. Dia sebetulnya anak yang rajin kok.

Dia bisa membantu orang tuanya. Meski botol-botol itu hanya seribu per kilo, tp semoga bisa membantu.. Dan semoga lain Kali bisa ketemu tedy.. Mudah2an dispensernya juga bisa berguna dirumahnya.. amiiin..

Tedy benar benar mengajarkanku arti sebuah rasa syukur.
Tak ada kata lain dalam hati yang bisa terucap selain alhamdulillah.. Dan semoga Allah pun selalu menjagamu Dan keluarga ya dek :)

Salam,
@NovrisaCha

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

Tags:
Posted on Jun 23, 2013

About the Author

An extra ordinary woman, the Future Great Wife and Super Mom, comes from Belitung Island and stay in Bandung Indonesia :) Public Speaking Lover, always learning, sharing, growing, and blowing :)

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

Your Rating:
0 1 2 3 4 5

Categories

Contact Info

 NovrisaCha@yahoo.co.id

Top